Thursday, January 7, 2016

Password dan Bootloader CentOS (Linux)

- jika kita berikan password sesudah atau dibawah title"


Langkah pertama tentunya kita harus masuk ke super user caranya su - sama seperti langkah pertama diatas

Langkah kedua yaitu menampilkan isi dari super user yaitu # vi /boot/grub/menu.lst 

Langkah ketiga yaitu klik esc+shift : i lalu tulis password "rahasia" sesudah atau dibawah title.Seperti pada tampilan dibawah setelah selesai kita mengeditnya maka kita buat perintah
 esc+shift : wq!. 


 Langkah keempat yaitu kita reboot pc


maka akan tampil seperti dibawah ini 


Ketika kita memilih centos 6.4 maka kita akan diminta password , maka kita buat  password nya adalah rahasia. Lalu kita tekan enter . 


langkah-langkah cara mengekripsi password pada grub

Langkah pertama terlebih dahulu kita masuk ke super user yaitu su -

Langkah kedua yaitu ketikkan perintah : # grubimd5-crypt. Maka akan diminta menuliskan sebuah password , maka tulis lah password nya adalah "rahasia" kemudian retype password lagi. Lalu akan muncul password yang sudah kita tulis tetapi dalam bentuk terenkripsi

Langkah ketiga yaitu copy kalimat acak tersebut


Langkah keempat yaitu masuk ke file konfigurasi : #vi /boot/grub/menu.lst, lalu paste kalimat acak yang telah di copy untuk mengganti password yang belum terenkripsi dengan format : 
password --md5  <paste kalimat acak>.


Langkah kelima yaitu reboot pc


maka akan tampil seperti ini 


Lalu ketika kita pilih centos 6.4 maka kita akan diminta password namun passwordnya sudah terenkrips
Read More »

Startup dan Shutdown pada CentOS (Linux)


BIOS  Basic  Input/Output  System  
adalah  antar  muka  level  terendah  antara komputer dan peripheral.   Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.

MBR 
menunjuk  ke boot loader (LILO : Linux boot loader)
LILO / GRUB  
akan  menanyakan  label  sistem  operasi  yang  akan  mengidentifikasi  kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux.

Yang  pertama  kali  dikerjakan  oleh  kernel  adalah menjalankan  program  init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada Linux Proses pertama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.

Berdasarkan  run-level  yang  ditentukan,  skrip  dieksekusi  untuk  memulai  proses  tertentu untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional.

Proses init adalah langkah terakhir pada prosedur boot dan di identifikasi sebagai process  idle  “1”.

Init bertanggung-jawab untuk memulai proses sistem seperti  yang ditentukan pada file /etc/inittab.

Init biasanya memulai “getty” yang menunggu layar  login  yang  menandakan  proses  shell  seorang  user.

Pada  saat  shutdown,  init mengontrol  urutan  dan  proses  untuk shutdown.

Proses  init  tidak  pernah  shut  down.  Proses init merupakan proses user dan bukan proses sistem kernel meskipun dijalankan sebagai root.



Run Level 1

Run level menggambarkan keadaan sistem yang mendefinisikan layanan apa yang sedang berjalan. Run level ditunjukkan dengan angka. Seluruh baris di file /etc/inittab akan diproses sesuai dengan run level yang berlaku. Baris yang tidak mempunyai run level, berarti proses pada baris tersebut dijalankan pada setiap run level.
Linux mempunyai  6  state  operasi  dimana  “0”  adalah  shutdown  state  dan  “3” keatas  adalah  operasional  penuh  dengan  semua proses yang  esensial dijalankan untuk interaksi user.


Run Level 2


Berdasarkan sistem boot, Linux sistem akan melakukan :

Eksekusi  program  /sbin/init  yang  memulai  semua  proses-proses  lain.  Program ini akan diberikan ke mesin oleh proses awal yang didefinisikan pada file /etc/inittab

Komputer akan di-booting ke runlevel yang didefinisikan oleh baris initdefault pada file /etc/inittab. id:5:initdefault:

- Pada  contoh  diatas,  runlevel  ”5”  dipilih.   Runlevel  “5”  akan melakukan  booting sistem pada mode GUI menggunakan XDM dan X-Windows.  Booting ke runlevel ”3”  (biasanya  disebut mode  console)  biasanya  digunakan  oleh  server  yang  tidak memerlukan GUI.
  
- File  inittab  mengijinkan  menggunakan  kunci  (Ctrl-Alt-Del),  memulai  dial  ke koneksi internet dll.


Run Level 3

Satu  dari  proses-proses  yang  dimulai  oleh  init  adalah  /sbin/rc.    Skrip  ini menjalankan  sekumpulan  skrip  pada  direktory  /etc/rc.d/rc0.d/, /etc/rc.d/rc1.d, /etc/rc.d/rc2.d dan seterusnya.

Skrip pada direktory tersebut dieksekusi pada setiap boot state dari operasi sampai menjadi operasi yang lengkap.  Skrip mulai dengan S yang merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan K menandakan skrip shutdown (kill).  Angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan urutan eksekusi (terendah ke tertinggi


Run Level 4




Run Level 5



  
Run Level 6

- Apabila melakukan perpindahan  level  init dengan menggunakan perintah  init dengan runlevel tertentu. 

- Gunakan perintah ”init#” dimana # adalah satu dari 0, 1, 3, 5, 6.  Dapat juga menggunakan perintah telinit.

- Skrip  untuk  run  level  yang  diberikan  dijalankan  selama  boot  dan  shutdown. Skrip  ditemukan  pada  direktory  /etc/rc.d/rc#.d/  dimana  simbol  # menandakan run  level,  misalnya  run  level  ”3”  akan  menjalankan  semua  skrip  pada  direktory /etc/rc.d/rc3.d/  yang  dimulai  dengan  huruf  ”S”  selama  sistem  boot.
   
- Skrip  ini akan menjalankan proses background yang dibutuhkan oleh sistem.  Pada saat shutdown semua skrip pada direktory yang dimulai dengan huruf ”K” akan dieksekusi.  Sistem ini

- Menyediakan  urutan  sistem  ke  state  yang  berbeda  untuk  mode  produksi  dan maintenance.

TIP : Daftar state dan run level dari semua service dimulai oleh ini :    chkconfig  –list
GUI tool : /usr/X11R6/bin/tksysv   


Berikut ini isi dari file /etc/inittab 




Kita Juga dapat memeriksa Posisi Runlevel pada PC kita. ada dua perintah, yaitu dengan menggunakan perintah who dan runlevel

- who
# who -r 



- runlevel
# runlevel 


Mengganti runlevel

Kita sebagai user juga dapat mengganti runlevel. berikut jika kita ingin mengganti runlevel :

- jika kita ingin mengganti runlevel pada posisi 0 yaitu halt/shutdown
# init 0
maka pada saat PC di restart lalu pada tampilan bootloader kita memilih centos, maka sistem akan tershutdown otomatis dan akan terus begitu sebelum init nya diubah 
- jika kita ingin mengganti runlevel pada posisi 6 yaitu restart
# init 6
maka pada saat PC di restart lalu pada tampilan bootloader kita memilih centos maka sistem akan otomatis terestart dan akan terus begitu sebelum init nya diubah  


Untuk mengecek script runlevel




Menentukan default boot runlevel

jika kita ingin mengganti runlevel agar permanent pada PC kita maka kita harus mengubahnya pada menu inittab dari editor VI perintahnya adalah :
vi /etc/inittab



ubah pada bagian id:5:initdefault:
ganti angkanya dengan kriteria angka pada init yaitu 0-6
lalu save dengan perintah :wq / :wq!


Terimakasih telah berkunjung :)
Read More »

Backup and Restore Pada CentOS (Linux)

Metode Backup dan Restore 

Pada Centos terdapat 2 metode dalam membackup dan merestore yaitu :
1.) TAR
2.) CPIO

1.) TAR

oke sobat langsung saja kita mulai operasi kita terbangg !! Penerapan metode TAR adalah sebagai berikut :

1.) Masuk pada terminal centos dan login dahulu sebagai SU (Super User) dengan mengetikkan perintah su - setelah itu masukkan Password Super User


2.) setelah itu change directory pada directory dengan nama backup yang telah dibuat yaitu dengan mengetikkan cd /home/kifli/Desktop/backup/ 


3.) setelah itu buat directory di dalamnya dengan perintah mkdir misalnya kita buat directory dengan nama cadangan



4.) lalu coba buat satu file kosong di dalam directory cadang dengan perintah touch misalkan buat namanya coba.txt



5.) setelah itu kita coba keluar dari directory cadang dan pindah directory sampai di backup lalu kita langsung coba membuat backup data dari directory cadang dengan perintah tar cvf cadangandata cadangan/
Penjelasan :
cadangandata : adalah nama directory baru yang isinya adalah data backupan dari directory cadangan



setelah melakukan perintah diatas, maka isi dari directory backup akan ada 2 file bisa melihatnya dengan perintah ls

6.)  Untuk melihat hasil backupan yang telah dibuat tadi bisa menggunakan perintah tar cadangandata => nama file / directory baru


B. Restore

1.) Sebelum kita mencoba untuk merestore datanya, kita hapus dulu directory yang telah kita buat pencadangannya atau backupannya yaitu directory cadang dengan perintah rm -rf cadangan


2.) setelah kita sudah menghapusnya sekarang kita coba mengembalikkan data yang telah kita cadangkan kedalam directory yang baru lagi. pada contoh ini saya membuat nama directory sama seperti directory lama sebelum dihapus yaitu cadang. ketikkan perintah tar xvf cadangandata


setelah itu isi dari directory pada Backup akan terdapat 2 file lagi, yaitu file yang baru adalah hasil Restore dari Backupan sebelumnya. jika sudah maka temen-teman sekalian sudah berhasil membuat pencadangan menggunakan metode TAR

2.) CPIO

pada metode CPIO kita akan menggunakan data yang awal saja untuk prakteknya, hanya saja penulisan perintahnya yang akan berbeda.

A.  Backup

1.) untuk membackup ketikkan perintah find cadangan/ -print | cpio -o > cadangandata

2.) jika temen2 ingin melihat data dari directory yang telah diisi backupan datanya, maka ketikkan perintah cpio -it < cadangandata

B. Restore

1.) Sama seperti pada metode tar, kita hapus lagi directory asli dimana directory yang datanya telah kita buat backupannya. ketikkan perintah rm -rf cadangan

2.) Setelah dihapus, baru kita coba membuat restorenya. ketikkan perintah cpio -i < cadangandata


jika temen-teman sudah melakukan restore maka akan ada 2 file lagi di Directory backup sama halnya seperti metode tar.

Semoga postingan ini juga bermanfaat yah semua :)







Read More »

Manajemen User Manual Pada CentOS (Linux)


Selamat malam sahabat blogger kali ini sama mau posting tentang manajemen user pada CentOS (Linux), yang ini merupakan bagian dari tugas akhir semester dai mata pelajaran PLJD

Manajemen user adalah salah satu tugas dari administrator untuk membuat user baru, membuat hak aksesnya. Membuat user baru supaya user bisa login ke dalam sistem operasi yang akan digunakan
2 cara membuat user yaitu :
1.) Secara Manual
2.) Menggunakan Aplikasi yang ada

Untuk membuat user secara manual ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang administrator

1.) Mengubah File /etc/passwd
   #vi /etc/passwd [enter]
   kifli:x:500:500:Admin:/home/kifli:/bin/bash

Setelah itu copy baris terakhir misalnya user acieng kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah user tersebut sesuai dengan nama user yang kita inginkan, misalnya Ananda:

kifli:x:500:500:Admin:/home/kifli:/bin/bash
ananda:x:501:501:ananda:/home/ananda:/bin/bash


2.) Mengubah File /etc/group
   #vi /etc/group [enter]
   kifli:x:500

copy baris terakhir seperti kifli kemudian paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah group tersebut sesuai dengan nama group yang kita inginkan, misalnya ananda :

kifli:x:500:
ananda::501:


3.) Mengubah File /etc/shadow
   #vi /etc/shadow [enter]
   kifli:$1$3152i52vFh$35cifragahgkja12zUjTec630:12703:0:99999:7:::

Copy baris terakhir misalnya user pace kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah menghapus password yang di enkripsi untuk user baru misalnya putra :

kifli:$1$3152i52vFh$35cifragahgkja12zUjTec630:12703:0:99999:7:::
ananda::12703:0:99999:7:::


4.) Membuat Direktori User pada /home/......
Pada tahapan ini kita membuat Direktori untuk user ananda :
#mkdir /home/pinguin


5.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untu owner menggunakan chown
#chown ananda /home/ananda


6.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untuk group menggunakan chgrp
#chgrp ananda /home/ananda


7.) Copy file.bash* yang ada pada root
kita bisa melakukan pengcopyan.bash* pada user mana saja tetapi untuk lebih mudahnya kita copy dari user root saja. Sebelumnya pastikan posisi direktori aktif kita :
#pwd
  /root

Kemudian Copy file.bash*:
#cp .bash* /home/ananda


8.) Mengubah kepemilikan file.bash* untuk owner menggunakan chown
Hal ini perlu dilakukan karena file.bash* milik user ananda masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............

Cara mengubah adalah sebagai berikut :
Sebaiknya kita berada didalam Direktori putra :
#cd /home/ananda

Kemudian Lakukan :
#chown ananda .*


9.) Mengubah Kepemilikan file.bash* untuk group menggunakan chgroup
Hal ini perlu kita dilakukan karena file.bash* milik user ananda masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............

cara mngubahnya adalah sebagai berikut :
sebaiknya kita berada didalam direktori ananda :
#cd /home/ananda

kemudian lakukan :
#chgrp ananda .*


11.) Buat password untuk user tersebut 
Untuk membuat password user ananda adalah sebagai berikut :
#passwd ananda
New UNIX password : [Masukkan]
New UNIX password : [Masukkan Ulang Password]


11.) Login


Begitulah cara mebuat manajemen user manual pada CentOS semoga postingan saya kali ini bermutu
Salam RAMPAGE~
Read More »

Saturday, January 2, 2016

Membuat Konversi Suhu Pada Script Shell Linux (CentOS)

Selamat pagi sabahabat blogger kali ini mau mosting awal tahun, yang karena terpaksa nih whahaha, (maaf bu). Yupp langsung aja sesuai judul kita ini dia jeng jeng jeng
pertama kita membuat shell dengan perintah vi namashel.sh
nah setelah membuat seperti pada gambar diatas kita akan masuk kedalam shell scrit kosong lalu kita mengisikan shell script tersebut dengan menekan tombol insert lalu masukkan  rumus konversi berikut perhatikan gambar berikutnya

kemudian simpan dan keluar dari shell script dengan menekan esq lalu ketikkan :wq!
setelah shell script selesai, untuk menjalanakan shell tersebut kita mengetikkan sh namashell.sh 
nanti akan mengeluarkan konversi suhu yang sudah kita buat pada shell script perhatikan pada gambar berikut
nah selesai sekian postingan kita kali ini semoga bermanfaat, SELAMAT TAHUN BARU

Read More »