Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Thursday, June 16, 2016

Cara Memindahkan WordPress

Berikut ini saya akan menjelaskan tutorial tentang cara membackup WordPress dan memindahkan ke web ke personal computer lain :

Pastikan anda masuk ke super user nya dahulu lalu, anda bisa backup sebagian atau keseluruhan file situs anda, tergantung apakah nanti dalam proses instalasi di VPS barunya itu anda mau menggunakan file yang lama atau mau download lagi dari situs wordpress. Direktori yang paling penting anda backup adalah direktori wp-content terutama pada bagian uploads, themes dan plugins. Sebelum melakukan backup, anda akan kompres dulu semua file wordpress anda kedalam format zip, supaya nantinya dapat mempermudah proses download file backup di VPS baru.
Silahkan install zip terlebih dahulu, ketikkan kode program :

apt-get install zip

Masuk ke direktori tempat penyimpanan file-file situs anda. Berhubung saya simpan file-file situs saya di /var/www/html/sumutyok/ maka saya masuk ke direktori tersebut terlebih dahulu dengan cara :

cd /var/www/ html/sumutyok/ 

zip keseluruhan file, direktori beserta sub-sub yang ada didalamnya :

zip -r sumutyok*

Ganti sumutyok dengan nama file zip yang anda inginkan.
Selanjutnya silahkan anda backup pula database situs anda. Jika anda lupa nama databasenya, coba anda cari terlebih dahulu :

mysql -u root -p
show databases;

list database, daftar database mysql

exit

Backup database dengan command :

mysqldump -u root -p sumutyok > backup_sumutyok.sql

zip mysql database, zip mariadb, cara zip file, cara zip ubuntu, cara install zip di linux. Ganti sumutyok dengan nama database anda dan backup_sumutyok dengan nama backup yang anda inginkan. Anda juga bisa backup database secara mudah melalui phpmyadmin.
Sekarang, anda sudah memiliki file backup dengan nama sumutyok.zip dan database backup dengan nama backup_sumutyok.sql. Silahkan anda cek untuk membuktikannya dengan mengetikkan perintah :
Ls


Cara backup wordpress, cara backup situs, membackup file wordpress
Hal yang Perlu Anda Lakukan di VPS Baru
Install LAMP, LEMP atau LOMP.
Tinggal disesuaikan saja web server apa yang ingin anda gunakan, apakah apache, nginx, openlitespeed atau yang lainnya, berikut :
Install wget dengan perintah :

apt-get install wget

Install zip dengan perintah :

apt-get install zip

Install nano editor :

apt-get install nano

Buat direktori baru untuk situs anda melalui perintah :

mkdir -p /var/www/html/sumutyok/

               Berikan hak akses, hak user dan grup terhadap direktori tersebut :

chmod -R 755 /var/www/html/
chown -R $USER:$USER /var/www/html/sumutyok/

Masuk ke direktori tersebut dengan :

cd /var/www/html/sumutyok/

               Download file situs dan database yang berada di VPS lama dengan menggunakan wget :

wget http://sumutyok.ga/sumutyok.zip
wget http://sumutyok.ga/backup_sumutyok.sql

Download file mysql, cara download database, cara download mariadb

Ekstrak file sumutyok.zip dengan command :

unzip sumutyok.ga.zip

Sekarang, anda membuat database baru. Pastikan anda sudah menginstall MySQL atau MariaDB di VPS anda. Anda tak perlu khawatir jika anda menggunakan MySQL, karena pada dasarnya MySQL dan MariaDB sama saja.
Login ke account MySQL atau MariaDB anda :

mysql -u root -p

Buat batabase baru, saya buat dengan nama ayokesumut

CREATE DATABASE ayokesumut;

Buat user dan password baru. Saya buat user rikas dengan password 19950806 :

CREATE USER kifli@localhost
IDENTIFIED BY '19950806';

Berikan izin penggunaan databse baru ke user baru yang sudah anda buat :

GRANT ALL PRIVILEGES ON wp.* TO kifli@localhost
IDENTIFIED BY '19950806';

Flush Privileges dan exit

FLUSH PRIVILEGES;
Exit


Silahkan anda ganti setting DNS anda. Edit bagian A records yang awalnya ditujukan ke IP VPS lama, sekarang harus diarahkan ke IP VPS baru. Saya edit DNS di namecheap. Silahkan sesuaikan jika anda menggunakan layanan DNS hosting lain atau jika anda menggunakan DNS server sendiri.membuat dns namecheap, daftar dns namecheap, dns namecheap gratis, konfigurasi dns di namecheap, create dns.
Edit file wp-config.php untuk mengganti data database lama ke data database baru :

nano wp-config.php

Wordpress config, konfigurasi wordpress, setting database wordpress
Buat konfigurasi virtual hosts apache baru untuk situs anda :

nano /etc/apache/sites-available/sumutyok.ga

wordpress virtual hosts, cara membuat apache virtual hosts.
Silahkan anda samakan saja dengan konfigurasi virtual hosts situs anda di VPS lama.
Masukkan ke /etc/apache/sites-enabled/ :

ln -s /etc/apache/sites-available/sumutyok.ga /etc/apache/sites-enabled/

Restart MySQL, Nginx atau MariaDB :
Service  restart

service mysql restart

Buka situs anda di browser dan silahkan lanjutkan proses instalasi situs wordpress anda seperti biasa. Install wordpress di browser, cara install wordpress, cara mengembalikan wordpress, mengganti situs wordpress, merubah wordpress.
Setelah selesai install, silahkan anda restore database dengan :

mysql -u root -p ayokesumut < backup_sumutyok.sql

Cara restore database mysql, cara restore database mariadb
Masukkan password root MySQL (MariaDB) anda.
Silahkan reload situs anda
Jika situs anda tidak memakai CMS seperti wordpress, cara memindahkan situsnya sama saja. Backup file dan database lalu restore. Akan lebih mudah jika situs anda adalah situs statis, anda hanya perlu memindahkan file website anda saja dari VPS lama ke VPS baru. Jangan lupa buat konfigurasi virtual hostsnya disesuaikan dengan web server yang ingin digunakan.
Read More »

Cara Menginstall WordPress pada Centos

Berikut ini saya akan menjelaskan tutorial cara menginstal WordPress pada centos.


     Anda masuk ke super user nya dahulu “ su – “ , dan pastikan LAMP nya sudah terinstal di komputer atau laptop anda

Yang pertama yaitu anda perlu membuat database dan user di MySQL nya, supaya wordpress nya bekerja. Untuk memulainya, Login dulu ke account MySQL root ( administrasi ) lalu ketikkan perintah ini :

mysql -u root -p


Setelah itu anda akan diminta untuk password yang anda tetapkan untuk root ketika anda menginstal MySQL . Setelah password yang dikirimkan ,  anda akan diberikan command prompt MySQL . Pertama, kita akan membuat database baru WordPress . Anda dapat menyebutnya apa pun yang anda ingin , tapi saya akan menyebutnya wordpress untuk contoh berikut :


CREATE DATABASE sumutyok;


      Selanjutnya, anda akan membuat akun user MySQL baru yang akan anda pakai untuk beroperasi pada database baru WordPress. Anda akan memanggil wordpressuser akun baru dan akan menetapkan password dari password. Anda harus menggunakan username dan password yang berbeda sesuai dengan keinginan anda, ketikkan/ubah kode program berikut :


          CREATE USER sumutyok@localhost

IDENTIFIED BY 'password';

Anda telah membuat dan memiliki account database dan user yang khusus dibuat untuk WordPress. Tetapi, anda perlu untuk menghubungkan dan memberikan akses pengguna ke database, ketikkan/ubah kode program berikut :


GRANT ALL PRIVILEGES ON sumutyok.* TO sumutyok@localhost

IDENTIFIED BY 'password';



Sekarang, user anda telah memiliki akses ke database , anda perlu membuat hak sehingga MySQL tahu tentang mengizinkan hak istimewa baru-baru ini berubah yaitu anda telah membuat  perubahan, ketikkan/ubah kode program berikut :


          FLUSH PRIVILEGES;


Setelah semua telah anda ketik dan dieksekusi, lalu ketikkan kode berikut :

          Exit



Sekarang, anda kembali ke reguler prompt perintah SSH anda.

Sebelum anda download WordPress, anda perlu menginstal modul PHP supaya 100% working. Ketikkan kode program berikut :


          yum install php-gd


Anda perlu me-restart Apache, ketikkan kode program berikut :


          service httpd restart


Setelah itu anda siap untuk men-download dan menginstal WordPress dari situs proyek tersebut. Anda bisa mendapatkan versi paling up- to-date dari WordPress, ketikkan kode program berikut :


          cd ~

wget http://wordpress.org/latest.tar.gz


      Ini akan men-download file arsip terkompresi yang berisi semua file WordPress yang anda butuhkan. Anda dapat mengekstrak file arsip untuk membangun kembali direktori WordPress dengan tar, ketikkan kode program berikut :


          tar xzvf latest.tar.gz


      Sekarang, anda sudah memiliki direktori yang disebut wordpress di direktori home anda. Anda dapat mentransfer file WordPress anda di sana dengan rsync, ketikkan kode program berikut :


          rsync -avP ~/wordpress/ /var/www/html/


rysnc lebih aman menyalin semua isi dari direktori anda membongkar ke akar dokumen di / var / www / html / . Tapi, anda masih perlu menambahkan folder untuk WordPress untuk menyimpan file upload. Anda dapat melakukannya dengan perintah mkdir, ketikkan program berikut :


          mkdir /var/www/html/wp-content/uploads


Sekarang anda perlu untuk menetapkan kepemilikan dan izin yang benar untuk file WordPress anda dan folder. Supaya meningkatkan keamanan. Anda dapat menggunakan chown untuk memberikan kepemilikan untuk pengguna dan grup Apache, ketikkan kode program berikut :


          chown -R apache:apache /var/www/html/*


Web server akan dapat membuat dan memodifikasi file WordPress , dan juga akan memungkinkan anda untuk meng-upload konten ke server.

Selanjutnya anda pindah ke direktori root Apache mana anda menginstal WordPress, ketikkan kode program berikut :


          cd /var/www/html


File konfigurasi utama yang WordPress yaitu wp - config.php . Yang perlu anda lakukan adalah menyalinnya ke lokasi file konfigurasi default, sehingga WordPress dapat mengenali dan menggunakan file, ketikkan kode program berikut :


          cp wp-config-sample.php wp-config.php


Sekarang, anda telah memiliki file konfigurasi, kemudia anda buka di dalam editor teks, ketikkan kode program berikut :


           nano wp-config.php


Selanjutnya anda perlu membuat file untuk modifikasi parameter yang menyimpan informasi database anda. Anda perlu menemukan bagian pengaturan MySQL dan mengubah variabel DB_NAME , DB_USER , dan DB_PASSWORD agar WordPress untuk benar menghubungkan dan otentikasi ke database yang anda buat. Isi parameter ini dengan informasi untuk database yang anda buat. Berikut ini :

          // ** MySQL settings - You can get this info from your web host ** //

/** The name of the database for WordPress */

define('DB_NAME', 'sumutyok');



/** MySQL database username */

define('DB_USER', 'sumutyok');



/** MySQL database password */

define('DB_PASSWORD', 'password');




      Setelah itu simpan dengan :  Save dan Exit dengan CTRL+X


Sekarang, Anda telah memiliki file anda di tempat dan perangkat lunak yang anda konfigurasikan, anda dapat menyelesaikan instalasi WordPress melalui web. Buka browser web Anda, lalu ke nama domain server atau alamat IP publik :


                http://server_domain_name_or_IP



Pertama , anda akan perlu memilih bahasa yang anda ingin menginstal WordPress. Setelah memilih bahasa dan klik Lanjutkan, anda akan disajikan dengan halaman konfigurasi awal WordPress, di mana Anda akan membuat account administrator awal :




Isi informasi untuk situs dan akun administratif yang ingin anda buat. Setelah anda selesai, klik pada tombol Install WordPress di bagian bawah untuk melanjutkan. WordPress akan mengkonfirmasi instalasi, dan kemudian meminta anda untuk login dengan akun yang baru saja anda buat :




Untuk melanjutkan , tekan tombol Log in di bagian bawah , kemudian mengisi informasi akun administrator anda :




Setelah mengklik Login , Anda akan masuk ke dashboard WordPress baru anda :


Read More »

Cara Menginstal LAMP pada CentOS

Berikut ini saya akan menjelaskan tutorial menginstal LAMP di komputer atau laptop, ehh sebelumnya pastikan anda masuk ke superuser nya supaya 100% work, silahkan baca dibawah ini : 
  
1. Linux


     Saya rasa tidak perlu lagi dijelaskan tentang bagian yang satu ini, tentunya anda mungkin sudah mengetahui apa itu Linux.




2. Apache

Jika belum terinstal di komputer atau laptop, anda dapat menginstallnya sendiri dengan command berikut :


sudo yum install httpd


Untuk start apache ketik :


sudo service httpd start


Langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah apache anda sudah terinstall dengan benar atau belum, silahkan anda ketikan IP address server anda di browser pilihan anda. Contoh : http://192.168.28.195 apache centos 6, install apache centos




3. MySQL


Untuk menginstall MySQL commandnya sebagai berikut :


sudo yum install mysql-server


Start MySQL dengan :


sudo service mysqld start


Jika ada permintaan konfirmasi, anda ketikan saja y (yes).

Selanjutnya anda tinggal atur password root MySQL anda dengan :


sudo /usr/bin/mysql_secure_installation


Enter dan jika ada pertanyaan y/n anda jawab saja y untuk menghapus anonymous user, database test dan lain-lain yang tidak diperlukan.




4. PHP


Install dengan command :


sudo yum install php php-mysql


Untuk mengetahi apakah PHP anda sudah berjalan atau belum, anda bisa test dengan :


sudo nano /var/www/html/info.php


Anda dapat mengganti nano dengan editor lain, masukan text berikut ini :



    <?php

    phpinfo();

    ?>


Save dan Exit dengan CTRL+X


Selanjutnya supaya Apache dan PHP anda berjalan otomatis setelah restart anda dapat mengaturnya dengan perintah :


sudo chkconfig httpd on


sudo chkconfig mysqld on


Restart Apache anda dengan :


service httpd restart


Silahkan buka IP anda/php.info untuk mengetahui detail versi PHP anda sekaligus memastikan bahwa PHP anda sudah siap untuk digunakan.
Read More »

Thursday, January 7, 2016

Password dan Bootloader CentOS (Linux)

- jika kita berikan password sesudah atau dibawah title"


Langkah pertama tentunya kita harus masuk ke super user caranya su - sama seperti langkah pertama diatas

Langkah kedua yaitu menampilkan isi dari super user yaitu # vi /boot/grub/menu.lst 

Langkah ketiga yaitu klik esc+shift : i lalu tulis password "rahasia" sesudah atau dibawah title.Seperti pada tampilan dibawah setelah selesai kita mengeditnya maka kita buat perintah
 esc+shift : wq!. 


 Langkah keempat yaitu kita reboot pc


maka akan tampil seperti dibawah ini 


Ketika kita memilih centos 6.4 maka kita akan diminta password , maka kita buat  password nya adalah rahasia. Lalu kita tekan enter . 


langkah-langkah cara mengekripsi password pada grub

Langkah pertama terlebih dahulu kita masuk ke super user yaitu su -

Langkah kedua yaitu ketikkan perintah : # grubimd5-crypt. Maka akan diminta menuliskan sebuah password , maka tulis lah password nya adalah "rahasia" kemudian retype password lagi. Lalu akan muncul password yang sudah kita tulis tetapi dalam bentuk terenkripsi

Langkah ketiga yaitu copy kalimat acak tersebut


Langkah keempat yaitu masuk ke file konfigurasi : #vi /boot/grub/menu.lst, lalu paste kalimat acak yang telah di copy untuk mengganti password yang belum terenkripsi dengan format : 
password --md5  <paste kalimat acak>.


Langkah kelima yaitu reboot pc


maka akan tampil seperti ini 


Lalu ketika kita pilih centos 6.4 maka kita akan diminta password namun passwordnya sudah terenkrips
Read More »

Startup dan Shutdown pada CentOS (Linux)


BIOS  Basic  Input/Output  System  
adalah  antar  muka  level  terendah  antara komputer dan peripheral.   Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive.

MBR 
menunjuk  ke boot loader (LILO : Linux boot loader)
LILO / GRUB  
akan  menanyakan  label  sistem  operasi  yang  akan  mengidentifikasi  kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux.

Yang  pertama  kali  dikerjakan  oleh  kernel  adalah menjalankan  program  init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada Linux Proses pertama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.

Berdasarkan  run-level  yang  ditentukan,  skrip  dieksekusi  untuk  memulai  proses  tertentu untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional.

Proses init adalah langkah terakhir pada prosedur boot dan di identifikasi sebagai process  idle  “1”.

Init bertanggung-jawab untuk memulai proses sistem seperti  yang ditentukan pada file /etc/inittab.

Init biasanya memulai “getty” yang menunggu layar  login  yang  menandakan  proses  shell  seorang  user.

Pada  saat  shutdown,  init mengontrol  urutan  dan  proses  untuk shutdown.

Proses  init  tidak  pernah  shut  down.  Proses init merupakan proses user dan bukan proses sistem kernel meskipun dijalankan sebagai root.



Run Level 1

Run level menggambarkan keadaan sistem yang mendefinisikan layanan apa yang sedang berjalan. Run level ditunjukkan dengan angka. Seluruh baris di file /etc/inittab akan diproses sesuai dengan run level yang berlaku. Baris yang tidak mempunyai run level, berarti proses pada baris tersebut dijalankan pada setiap run level.
Linux mempunyai  6  state  operasi  dimana  “0”  adalah  shutdown  state  dan  “3” keatas  adalah  operasional  penuh  dengan  semua proses yang  esensial dijalankan untuk interaksi user.


Run Level 2


Berdasarkan sistem boot, Linux sistem akan melakukan :

Eksekusi  program  /sbin/init  yang  memulai  semua  proses-proses  lain.  Program ini akan diberikan ke mesin oleh proses awal yang didefinisikan pada file /etc/inittab

Komputer akan di-booting ke runlevel yang didefinisikan oleh baris initdefault pada file /etc/inittab. id:5:initdefault:

- Pada  contoh  diatas,  runlevel  ”5”  dipilih.   Runlevel  “5”  akan melakukan  booting sistem pada mode GUI menggunakan XDM dan X-Windows.  Booting ke runlevel ”3”  (biasanya  disebut mode  console)  biasanya  digunakan  oleh  server  yang  tidak memerlukan GUI.
  
- File  inittab  mengijinkan  menggunakan  kunci  (Ctrl-Alt-Del),  memulai  dial  ke koneksi internet dll.


Run Level 3

Satu  dari  proses-proses  yang  dimulai  oleh  init  adalah  /sbin/rc.    Skrip  ini menjalankan  sekumpulan  skrip  pada  direktory  /etc/rc.d/rc0.d/, /etc/rc.d/rc1.d, /etc/rc.d/rc2.d dan seterusnya.

Skrip pada direktory tersebut dieksekusi pada setiap boot state dari operasi sampai menjadi operasi yang lengkap.  Skrip mulai dengan S yang merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan K menandakan skrip shutdown (kill).  Angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan urutan eksekusi (terendah ke tertinggi


Run Level 4




Run Level 5



  
Run Level 6

- Apabila melakukan perpindahan  level  init dengan menggunakan perintah  init dengan runlevel tertentu. 

- Gunakan perintah ”init#” dimana # adalah satu dari 0, 1, 3, 5, 6.  Dapat juga menggunakan perintah telinit.

- Skrip  untuk  run  level  yang  diberikan  dijalankan  selama  boot  dan  shutdown. Skrip  ditemukan  pada  direktory  /etc/rc.d/rc#.d/  dimana  simbol  # menandakan run  level,  misalnya  run  level  ”3”  akan  menjalankan  semua  skrip  pada  direktory /etc/rc.d/rc3.d/  yang  dimulai  dengan  huruf  ”S”  selama  sistem  boot.
   
- Skrip  ini akan menjalankan proses background yang dibutuhkan oleh sistem.  Pada saat shutdown semua skrip pada direktory yang dimulai dengan huruf ”K” akan dieksekusi.  Sistem ini

- Menyediakan  urutan  sistem  ke  state  yang  berbeda  untuk  mode  produksi  dan maintenance.

TIP : Daftar state dan run level dari semua service dimulai oleh ini :    chkconfig  –list
GUI tool : /usr/X11R6/bin/tksysv   


Berikut ini isi dari file /etc/inittab 




Kita Juga dapat memeriksa Posisi Runlevel pada PC kita. ada dua perintah, yaitu dengan menggunakan perintah who dan runlevel

- who
# who -r 



- runlevel
# runlevel 


Mengganti runlevel

Kita sebagai user juga dapat mengganti runlevel. berikut jika kita ingin mengganti runlevel :

- jika kita ingin mengganti runlevel pada posisi 0 yaitu halt/shutdown
# init 0
maka pada saat PC di restart lalu pada tampilan bootloader kita memilih centos, maka sistem akan tershutdown otomatis dan akan terus begitu sebelum init nya diubah 
- jika kita ingin mengganti runlevel pada posisi 6 yaitu restart
# init 6
maka pada saat PC di restart lalu pada tampilan bootloader kita memilih centos maka sistem akan otomatis terestart dan akan terus begitu sebelum init nya diubah  


Untuk mengecek script runlevel




Menentukan default boot runlevel

jika kita ingin mengganti runlevel agar permanent pada PC kita maka kita harus mengubahnya pada menu inittab dari editor VI perintahnya adalah :
vi /etc/inittab



ubah pada bagian id:5:initdefault:
ganti angkanya dengan kriteria angka pada init yaitu 0-6
lalu save dengan perintah :wq / :wq!


Terimakasih telah berkunjung :)
Read More »

Backup and Restore Pada CentOS (Linux)

Metode Backup dan Restore 

Pada Centos terdapat 2 metode dalam membackup dan merestore yaitu :
1.) TAR
2.) CPIO

1.) TAR

oke sobat langsung saja kita mulai operasi kita terbangg !! Penerapan metode TAR adalah sebagai berikut :

1.) Masuk pada terminal centos dan login dahulu sebagai SU (Super User) dengan mengetikkan perintah su - setelah itu masukkan Password Super User


2.) setelah itu change directory pada directory dengan nama backup yang telah dibuat yaitu dengan mengetikkan cd /home/kifli/Desktop/backup/ 


3.) setelah itu buat directory di dalamnya dengan perintah mkdir misalnya kita buat directory dengan nama cadangan



4.) lalu coba buat satu file kosong di dalam directory cadang dengan perintah touch misalkan buat namanya coba.txt



5.) setelah itu kita coba keluar dari directory cadang dan pindah directory sampai di backup lalu kita langsung coba membuat backup data dari directory cadang dengan perintah tar cvf cadangandata cadangan/
Penjelasan :
cadangandata : adalah nama directory baru yang isinya adalah data backupan dari directory cadangan



setelah melakukan perintah diatas, maka isi dari directory backup akan ada 2 file bisa melihatnya dengan perintah ls

6.)  Untuk melihat hasil backupan yang telah dibuat tadi bisa menggunakan perintah tar cadangandata => nama file / directory baru


B. Restore

1.) Sebelum kita mencoba untuk merestore datanya, kita hapus dulu directory yang telah kita buat pencadangannya atau backupannya yaitu directory cadang dengan perintah rm -rf cadangan


2.) setelah kita sudah menghapusnya sekarang kita coba mengembalikkan data yang telah kita cadangkan kedalam directory yang baru lagi. pada contoh ini saya membuat nama directory sama seperti directory lama sebelum dihapus yaitu cadang. ketikkan perintah tar xvf cadangandata


setelah itu isi dari directory pada Backup akan terdapat 2 file lagi, yaitu file yang baru adalah hasil Restore dari Backupan sebelumnya. jika sudah maka temen-teman sekalian sudah berhasil membuat pencadangan menggunakan metode TAR

2.) CPIO

pada metode CPIO kita akan menggunakan data yang awal saja untuk prakteknya, hanya saja penulisan perintahnya yang akan berbeda.

A.  Backup

1.) untuk membackup ketikkan perintah find cadangan/ -print | cpio -o > cadangandata

2.) jika temen2 ingin melihat data dari directory yang telah diisi backupan datanya, maka ketikkan perintah cpio -it < cadangandata

B. Restore

1.) Sama seperti pada metode tar, kita hapus lagi directory asli dimana directory yang datanya telah kita buat backupannya. ketikkan perintah rm -rf cadangan

2.) Setelah dihapus, baru kita coba membuat restorenya. ketikkan perintah cpio -i < cadangandata


jika temen-teman sudah melakukan restore maka akan ada 2 file lagi di Directory backup sama halnya seperti metode tar.

Semoga postingan ini juga bermanfaat yah semua :)







Read More »

Manajemen User Manual Pada CentOS (Linux)


Selamat malam sahabat blogger kali ini sama mau posting tentang manajemen user pada CentOS (Linux), yang ini merupakan bagian dari tugas akhir semester dai mata pelajaran PLJD

Manajemen user adalah salah satu tugas dari administrator untuk membuat user baru, membuat hak aksesnya. Membuat user baru supaya user bisa login ke dalam sistem operasi yang akan digunakan
2 cara membuat user yaitu :
1.) Secara Manual
2.) Menggunakan Aplikasi yang ada

Untuk membuat user secara manual ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang administrator

1.) Mengubah File /etc/passwd
   #vi /etc/passwd [enter]
   kifli:x:500:500:Admin:/home/kifli:/bin/bash

Setelah itu copy baris terakhir misalnya user acieng kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah user tersebut sesuai dengan nama user yang kita inginkan, misalnya Ananda:

kifli:x:500:500:Admin:/home/kifli:/bin/bash
ananda:x:501:501:ananda:/home/ananda:/bin/bash


2.) Mengubah File /etc/group
   #vi /etc/group [enter]
   kifli:x:500

copy baris terakhir seperti kifli kemudian paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah group tersebut sesuai dengan nama group yang kita inginkan, misalnya ananda :

kifli:x:500:
ananda::501:


3.) Mengubah File /etc/shadow
   #vi /etc/shadow [enter]
   kifli:$1$3152i52vFh$35cifragahgkja12zUjTec630:12703:0:99999:7:::

Copy baris terakhir misalnya user pace kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah menghapus password yang di enkripsi untuk user baru misalnya putra :

kifli:$1$3152i52vFh$35cifragahgkja12zUjTec630:12703:0:99999:7:::
ananda::12703:0:99999:7:::


4.) Membuat Direktori User pada /home/......
Pada tahapan ini kita membuat Direktori untuk user ananda :
#mkdir /home/pinguin


5.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untu owner menggunakan chown
#chown ananda /home/ananda


6.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untuk group menggunakan chgrp
#chgrp ananda /home/ananda


7.) Copy file.bash* yang ada pada root
kita bisa melakukan pengcopyan.bash* pada user mana saja tetapi untuk lebih mudahnya kita copy dari user root saja. Sebelumnya pastikan posisi direktori aktif kita :
#pwd
  /root

Kemudian Copy file.bash*:
#cp .bash* /home/ananda


8.) Mengubah kepemilikan file.bash* untuk owner menggunakan chown
Hal ini perlu dilakukan karena file.bash* milik user ananda masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............

Cara mengubah adalah sebagai berikut :
Sebaiknya kita berada didalam Direktori putra :
#cd /home/ananda

Kemudian Lakukan :
#chown ananda .*


9.) Mengubah Kepemilikan file.bash* untuk group menggunakan chgroup
Hal ini perlu kita dilakukan karena file.bash* milik user ananda masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............

cara mngubahnya adalah sebagai berikut :
sebaiknya kita berada didalam direktori ananda :
#cd /home/ananda

kemudian lakukan :
#chgrp ananda .*


11.) Buat password untuk user tersebut 
Untuk membuat password user ananda adalah sebagai berikut :
#passwd ananda
New UNIX password : [Masukkan]
New UNIX password : [Masukkan Ulang Password]


11.) Login


Begitulah cara mebuat manajemen user manual pada CentOS semoga postingan saya kali ini bermutu
Salam RAMPAGE~
Read More »

Saturday, January 2, 2016

Membuat Konversi Suhu Pada Script Shell Linux (CentOS)

Selamat pagi sabahabat blogger kali ini mau mosting awal tahun, yang karena terpaksa nih whahaha, (maaf bu). Yupp langsung aja sesuai judul kita ini dia jeng jeng jeng
pertama kita membuat shell dengan perintah vi namashel.sh
nah setelah membuat seperti pada gambar diatas kita akan masuk kedalam shell scrit kosong lalu kita mengisikan shell script tersebut dengan menekan tombol insert lalu masukkan  rumus konversi berikut perhatikan gambar berikutnya

kemudian simpan dan keluar dari shell script dengan menekan esq lalu ketikkan :wq!
setelah shell script selesai, untuk menjalanakan shell tersebut kita mengetikkan sh namashell.sh 
nanti akan mengeluarkan konversi suhu yang sudah kita buat pada shell script perhatikan pada gambar berikut
nah selesai sekian postingan kita kali ini semoga bermanfaat, SELAMAT TAHUN BARU

Read More »

Friday, October 30, 2015

Editor vi pada Linux CENTOS


Editor VI (vee eye, dibaca vi ai) adalah editor berbasis text yang digunakan oleh banyak pemakai UNIX/LINUX. Editor ini pertama kali dikembangkan oleh William (Bill) Joy sewaktu ia menjadi graduate student di University of California at Berkeley pada tahun 1976.
            Perintah “vi” adalah perintah di dalam shell linux untuk mengedit teks, kalau di dalam Windows pada shell MS-Dos dengan perintah “edit”. Yang keduanya hampir mempunyai kesamaan, perbedaannya di dalam dos bisa langsung dari windows dan dapat mouse dapat dijalankan tetapi di dalam vi mouse tidak bisa digunakan untuk memilih option tersebut seperti file, edit, help dll.
Editor VI memiliki dua mode, yaitu :
1.  Command mode (mode perintah) digunakan untuk memberikan perintah-perintah untuk mengedit teks.
2.  Insert mode (mode penyisipan) digunakan untuk melakukan pengetikan teks.
            Pertama kali memulai editor VI,  secara default kita menemukan Command mode (mode perintah). Untuk mengaktifkan insert mode kita tinggal mengetikkan huruf i. Bila kita menekan tombol [Escape], maka kita akan kembali ke mode perintah. Selain huruf i kita juga dapat menekan tombol insert.
Untuk memulai Editor VI kita dapat mengetikan perintah :
# > vi namafile.txt
            Jika file namafile.txt ditemukan, maka editor akan membuka dokumen tersebut. Tetapi jika tidak ditemukan, maka editor VI akan membuat file baru dengan nama tersebut (namafile.txt) jika disimpan. Untuk itu jangan sampai salah mengetikkan nama sebuah file yang akan diedit.
Dan berikut ini perintah dalam vi dalam linux antara lain :

1. Navigasi Cursor

l , panah kanan atau spasi : untuk bergeser ke kanan 1 karakter
h atau panah kiri : untuk bergeser ke kiri 1 karakter
j atau panah bawah : untuk bergeser ke bawah 1 baris
k atau panah atas : untuk bergeser ke atas 1 baris
:0 atau 1-Shift-G : untuk berpindah ke baris pertama
:$ : untuk berpindah ke baris terakhir
nG : untuk berpindah ke baris ke n
0 : untuk berpindah Awal baris
$ : untuk berpindah Akhir baris
^F : berpindah satu layar penuh ke bawah.
^B : berpindah satu layar penuh ke atas.
^D : berpindah setengah layar ke bawah.
^U : berpindah setengah layar ke atas.
^w : berpindah satu kata ke depan.
^b : berpindah satu kata ke belakang.
Tanda ^ adalah tanda tombol Ctrl, ^F artinya anda harus menekan tombol Ctrl bersamaan dengan tombol F.

2. Menghapus Text

x : digunakan untuk menghapus satu karakter pada posisi kursor.
X : digunakan untuk menghapus satu karakter pada sebelah kiri posisi kursor.
dw : digunakan untuk menghapus 1 kata pada posisi sebelah kanan kursor.
db : digunakan untuk menghapus 1 kata pada posisi sebelah kiri kurso.r
dd : digunakan untuk menghapus 1 baris pada posisi kursor.
d [Enter] : untuk menghapus dua baris, baris pada posisi kursor dan baris berikutnya.
d0 : untuk menghapus dari awal baris sampai tepat sebelum posisi kursor.
dL : untuk menghapus dari posisi kursor sampai akhir tampilan pada layar.
d$ : digunakan untuk menghapus dari posisi kursor sampai akhir baris.
dG : digunakan untuk menghapus dari posisi kursor sampai akhir baris pada file.
d^ : Menghapus dari posisi kursor sampai awal baris dari file.
3dd : Menghapus tiga baris dari posisi kursor kebawah.

3. Copy dan Paste Text

Untuk melakukan perintah copy dan paste kita harus memperhatikan langkah-langkah berikut :
·         Tempatkan kursor pada posisi baris yang akan dicopy.
·         Contoh jika ingin copy 5 baris, gunakan command 5yy ( tekan angka 5 diikuti tombol y sebanyak 2x)
·         Kemudian tempatkan posisi kursor pada tempat yang akan di insert-kan dan kemudian tekan p untuk paste.

Perintah Copy dan paste adalah :
yy : untuk meng-copy satu baris
yw : untuk meng-copy 1 kata pada posisi sebelah kanan kursor
yb : untuk meng-copy 1 kata pada posisi sebelah kiri kursor
y0 : untuk meng-copy dari awal baris sampai tepat sebelum posisi kursor
yL : untuk meng-copy dari posisi kursor sampai akhir tampilan pada layar
y$ : untuk meng-copy dari posisi kursor sampai akhir baris
yG : untuk meng-copy dari posisi kursor sampai akhir baris pada file
y) : untuk meng-copy dari posisi kursor ke awal kalimat
y( : untuk meng-copy dari posisi kursor ke akhir kalimat
p : untuk mempaste teks
    Contoh : perintah 3yw artinya : meng-copy 3 kata dari sebelah kanan kursor

4. Memindahkan Text

Untuk memindahkan teks kita dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
·      Tempatkan kursor pada posisi baris yang akan di-cut.
·      Contoh jika ingin memindahkan 5 baris, gunakan command 5dd ( tekan angka 5 diikuti tombol d sebanyak 2x)
·      Kemudian tempatkan posisi kursor pada tempat yang baru dan kemudian tekan p untuk paste.

5. Membatalkan Perubahan

Jika kita melakukan kesalahan ketik atau menghapus tanpa sengaja, kita dapat memperbaikinya dengan menggunakan perintah u atau U.
Perintah u digunakan untuk membatalkan perubahan terakhir yang dilakukan oleh pemakai
Perintah U digunakan untuk membatalkan seluruh perubahan pada satu baris.

6. Mencari String dan Karakter

Editor VI dapat melakukan pencarian terhadap string dan karakter. Untuk pencarian string, perintah yang digunakan adalah perintah / dan ?. Pada saat kedua perintah ini digunakan, perintah yang diketikkan akan muncul dibagian bawah layar, tempat kita mengetikkan string yang ingin dicari.
perbedaan antara / dan ? Prinsip Kedua perintah sebenarnya sama, yang berbeda hanya pada arah pencarian yang akan dilakukan. Perintah / mencari ke arah bawah, sedangkan perintah ? mencari ke arah atas dari file.
Contoh : Misalnya kita ingin mencari kata <VirtualHost>, kita tinggal mengetikkan perintah /<VirtualHost>.
Perintah n dan N digunakan untuk melanjutkan proses pencarian yang sebelumnya. Perintah n akan mencari dalam arah yang sama, sedangkan perintah N akan mencari dalam arah yang berlawanan. Untuk melakukan pencarian suatu kata tertentu, bisa digunakan command seperti contoh berikut :
/\<host\>
artinya perintah ini hanya akan mencari string dengan nilai host saja, kata virtualhost akan diabaikan.

7. Keluar dari Editor VI

Untuk bisa keluar dari VI maka anda harus masuk ke command mode dahulu dengan menekan tombol ESC pada keyboard atau bisa juga dengan menekan “Control + [” . Setelah berada dalam COMMAND MODE ketik :q untuk keluar dari VIM tanpa save , bila file yang dibuka sudah dimodifikasi oleh anda maka VIM tidak akan mengizinkan anda keluar dan untuk mengabaikan peringatan ini maka itu gunakan :q! untuk keluar dari VIM dan mengabaikan segala perubahan pada file tersebut.

8. Menyimpan pekerjaan

Jika ingin save file yang sudah di rubah, cukup ketikkan :w lalu tekan enter. Jika ingin save file yang sedang dibuka dengan nama lain maka ketik :w namafile_baru dan tekan enter maka file tersebut akan disave menjadi namafile_baru.

9. Perintah Tambahan Lainnya

Masih banyak perintah Editor VI yang bisa digunakan, diantaranya :
:r nama_file : adalah command untuk menyisipkan isi file namafile kedalam file yang sedang kita buka.
:q : digunakan untuk keluar dari Editor VI
:w : digunakan untuk menyimpan file
:!ls : digunakan me-list isi current directory saat itu (tanpa keluar dari editor VI). Untuk kembali ke editor VI, tekan Enter.
:sh : adalah command untuk meninggalkan editor VI untuk sementara untuk melakukan beberapa perintah lain pada shell. Gunakan ctrl-d untuk kembali ke editor VI.
Semua perintah VI diatas dapat dikombinasikan dengan perintah-perintah yang ada, contohnya perintah :wq berarti kita memberikan perintah menyimpan sebuah file kemudian langsung keluar dari editor VI.

oke sekian dulu sahabatku, mengenai editor vi sampai bertemu lagi di pembahasan lainnya, yang sudah pasti tidak bermutu, jadi ngak usah dibaca postingan selanjutnya, salam
Read More »

Thursday, October 29, 2015

Pemrosesan String Full Picture CENTOS

Hai teman kembali lagi dengan artikel ngak mutu dara saya hehe :D 

Kali ini mosting malem malem nih masih jam 10an sih :) . Oke langsung ke topik kita aja nih yaitu string pada CENTOS

Yup kita mulai dari 

1. wc  : wc berfungsi untuk menghitung baris, kata, dan karakter pada sebuah file
  • Baris  :  wc -l [namafile.txt]
  • Kata  :  wc -w [namafile.txt]
  • Karakter  :  wc -c [namfile.txt]
Dan jika hendak menampilkan secara bersamaan kita tingal mengetikkan kode yaitu wc [namafile.txt]

2. cut : cut berfungsi untuk mengambil data pada sebuah file
  • Kolom  :  cut -f1 [namafile.txt] berfungsi untuk mengambil data pada kolom 1
  • Karakter  :  cut -c1,2 [namafile.txt] untuk mengambil data pada setiap karakter pada setiap katanya

3. Head : head berfungsi menampilkan jumlah baris yang akan ditampilkan yang dimulai dari atas pada data dengan code sebagai berikut head -2 [namafile.txt] , perhatikan pada gambar berikut pada bagian bawah 

4. tail : tail berfungsi untuk menampilkan jumlah baris yang akan ditampilkan tetapi penghitungan dimulai pada baris paling bawah pada data, yaitu dengan menggunakan tail -2 [namafile.txt]
perhatikan pada gambar berikut pada bagian bawah

5. sort : mengurutkan isi suatu file berdasarkan abjad dengan code sort [namafile.txt]
  • sort -r [namafile.txt]  : berfungsi untuk mengurutkan data berdasarkan abjad tetapi dari abjad paling bawah ke atas
perhatikan pada gambar berikut ini

6. uniq : uniq berfungsi berfungsi menyatukan nama file yang sama yang terdapat pada data dengan code berikut uniq sort [namafile.txt] perhatikan pada gambar berikut

7. tr : tr berfungsi untuk mengganti beberapa karakter yang akan diinput dengan code 
tr "a" "s" <[namafile.txt] perhatikan pada gambar berikut ini dimana huruf  a dirubah menjadi huruf s yang ada pada data

8. grep : grep berfungsi menampilkan karakter yang kita inginkan dengan code 
grep [namadata] [namafile.txt] perhatikan pada gambar berikut

Oke semua sahabat bloggers, sampai disini dulu string yang saya sampaikan, ini masih dasar dasar pada linux atau centos, ini masih pada pengolahan data dasar, ntar saya kasih tau yang susah susahnya kalau saya udah jadi dosen hahaha :D aminn.
Salam ngeblog karena tugas hahah
see youu








Read More »